IPB Badge

PERAN LSM DAN PEMERINTAH DALAM MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN

PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang

Read the rest of this entry »

ANAK JENIUS DARI DESA

Di sebuah desa lahir seorang anak yang jenius. Keluarganya tergolong kedalam masyarakat yang tak punya, tetapi dalam keluarganya sudah menjadi kewajiban yaitu menananamkan pendidikan agama Islam sejak kecil.

Lima tahun dijalani, ia hanya belajar agama kepada orang tuanya yang tidak lain adalah seorang guru ngaji di kampungnya. Ia tidak sekolah di taman kanak-kanak karena pada waktu itu di desa ini masih kurang akan pendidikan akibatnya belum ada taman kanak-kanak yang berdiri.

Menginjak umur enam tahun dia masuk Sekolah Dasar yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya kurang dari 1 km. Di sekolahnya ia selalu menjadi juara kelas dari kelas satu hingga kelas enam. Prestasinya mengagumkan dengan nilai di buku laporan hasil belajar diatas angka 7.

Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia melanjutkan di sekolah agama yaitu Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah yang jaraknya sekitar 2 km dari rumahnya. Ia berangkat sekolah selalu jalan kaki, karena waktu itu belum ada kendaraan bermotor di desanya. Kali ini cara belajar ia di kelasnya berbeda, yaitu dari kelas 2 ia belajar hanya dengan cara dia tidak membawa buku catatan ke sekolah tetapi ia hanya membawa beberapa lembar kertas saja untuk mencatat pelajaran yang diberikan oleh guru, mencatat hal-hal yang penting dan perlu untuk dianalisa lagi, yang lainnya ia ingat dalam pikiran. Pulang ke rumah, ia membuka kembali catatan-catatan kecilnya itu. Diwaktu mandi, makan, disegala waktu ia sempatkan untuk belajar dan terus mengingat pelajaran yang diberikan. Alhasil ia selalu menjadi juara di kelasnya, dan ilmu agamanya semakin bertambah pula. Selepas dari MTs ia masuk Sekolah Lanjutan Atas (SLTA) yang terletak kira-kira setengah kilometer dari rumahnya. Ia tetap menggunakan cara belajarnya itu, dan akhirnya ia menjadi juara umum di sekolahnya itu dengan hampir semua nilai rapotnya pada angka 90, hanya satu mata pelajaran yang ia mendapat nilai 80.

Karena keluarganya yang kurang mampu, ia tak mampu untuk melanjutkan pada tingkat perkuliahan. Akhirnya ia hanya mengikuti kursus komputer yang tempatnya berjarak kurang lebih 20 km dari kampungnya. Setelah itu dia ikut kerja menjadi seorang kenek sopir truk bersama kakaknya di Jakarta sampai keluar kota. Beberapa tahun ia lewati bersema kegemarannya yaitu ia selalu membawa kamus bahasa inggris sejak SLTA. Setiap harinya ia selalu menghafal kata yang setiap kali ia temui, jadi mudah untuk menghafalnya.

Selang beberapa tahun ia telah menguasai bahasa inggris dengan baik, dan ia mempraktikannya ketika ia mulai bekerja sendiri ke luar negeri sebagai kurir ekspor kayu mentah dari negara kita. Lambat laun ia karirnya semakin meningkat, ia pun rajin menabung untuk kemudian menanamkan saham pada suatu perusahaan. Dan sampai saat ini ia telah menjadi orang berhasil dengan menanamkan saham pada banyak perusahaan tertentu, dan kini ia telah memiliki perusahaan sendiri yakni perusahaan stainless yang jumlah permintaannya sangat tinggi dari negara-negara luar khususnya Jepang.

Setelah mencapai kesuksesannya ia pun selalu beramal di desanya itu, setiap bulan dia membagi-bagikan sembako gratis di kampung asalnya. Bahkan setiap tahun  ia selalu membagikan zakat pada masyarakat kurang mampu satu desa, belum lagi zakat di daerah sekitar perusahaannya. Bermilyar-milyar penghasilannya setiap tahun ia syukuri dengan selalu bersujud syukur dan selalu beribadah Kepada Alah SWT.



DINAMOKU TERCEPAT

Kita tahu bahwa tidak sedikit seorang anak pada masa kecilnya menyukai bermacam-acam mainan, baik yang tradisional maupun modern. Sejak kecil saya mengoleksi bebagai macam mainan bahkan saya kadang belajar untuk membuat mainan saya sendiri, mainan tradisional yang kebanyakan dibuat dari bahan bambu. Tetapi seiring berjalannya waktu saya mengenal banyak mainan modern. Mainan yang dirakit dan dibongkar pasang lah yang saya minati, bahkan hingga saat ini.

Semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar saya mengoleksi bermacam-macam mainan modern yang dapat dirakit, salah satunya mobil-mobilan yaitu tamiya. Mengapa tamiya? Itu karena mainan tersebut walau masih dengan bahan-bahan (onderdil) yang masih dibilang standar kita dituntut untuk merakitnya. Didalamnya itu masih belum memiliki bumper, penahan bumper, roller yang baik untuk menempel pada lintasan, dan dinamo yang kencang, bahkan setelah dirakit pun tamiya tersebut kadang selalu keluar dari lintasan karena keseimbangannya yang buruk. Telah banyak tamiya dengan onderdil-onderdil standarnya yang saya miliki untuk kemudian saya buat kkembali menjadi tamiya terkuat dan tercepat. Lambat laun menginjak SMP, saya mulai berhenti membeli tamiya standar tetapi saya mulai membeli onderdilnya secara terpisah. Baik itu bumper, roller, dan lainnya, tetapi yang terpenting adalah dinamo.

Untuk menjadi seorang pemenang dalam balapan, saya mencoba dan mencoba lagi membuat tamiya yang seimbang dan melaju dengan cepat. Memang saat itu tamiya saya sudah seimbang baik pada bagian-bagian tikungan dan pada lintasan menanjak lalu lompatan. Satu hal yang masih membuat tamiya saya kalah dalam pertandingan adalah kecepatan yang masih kurang, karena saya masih menggunakan dinamo rakitan yang dibuat pabrik bermerek yang memang bukan lagi dinamo standar tetapi masih kalah oleh rakitan tangan-tangan para pemilik tamiyanya langsung.

Akhirnya karena keinginan untuk menjadi juara terbaik dari semua, saya mulai belajar untuk merakit dinamo tamiya saya sendiri. Dinamo adalah bagian terpenting untuk bejalannya tamiya dengan kecepatan yang tertentu. Dinamo memiliki bagian-bagian tertentunya juga, yaitu kabel tembaga khusus dengan ukuran dan panjang tertentu, sepasang magnet, brass sebagai penghubung aliran listrik pada arang yang menempel di angker, angker tempat menggulung kabel dan menempelnya arang, setelah lengkap tinggal pasang tabung dinamo untuk menyelesaikannnya.

Berkali-kali saya gagal membuatnya, membuat dinamo yang super cepat. Bahkan tangan saya pernah tersetrum oleh listrik dari baterai ketika mencoba dinamo itu. Pernah juga ada ketika saya aliri listrik, dinamonya langsung keluar asap. Ilmu membuat dinamo saya curi dari seorang pedagang onderdil tamiya karena saya sering bermain balapan tamiya disana, dengan memperhatikan dan melihat langkah apa saja yang ia lakukan saya mencoba membuatnya di rumah. Tetapi saya membeli onderdil di tempat lain yang lebih bagus daripada disana.

Kamar saya sendiri seperti bengkel dengan peralatan seadanya untuk membuat tamiya dan merakit dinamo. Dimulai dari kabel tembaga yang digulung pada angker dengan pola piramida, dan dengan solderan saya tempelkan ujung kabel yang telah dikupas sedikit pada arang. Setiap gulungan harus ditarik dengan kencang tetapi jangan sampai lecet apalagi sampai putus, karena bahan tembaga tersebut sangat rentan untuk lecet. Sepasang magnet dengan daya tariknya yang super kuat saya tempelkan pada tabung dinamo yang memiliki aliran udara cukup baik ketika angker berputar. Dan dipasangkanlah angker pada tabung yang telah ditempeli magnet, lalu setelah itu disemprot dengan pelicin seperti oli. Setelah dialiri arus listrik suara dinamo tersebut sangatlah kecil dan halus, dan dicoba pada tamiya untuk melaju di lintasan. Seperti kilat, lajunya sangatlah cepat membuat lintasan bergoyang.

Sebulan kemudian pertandingan tahunan digelar. Tamiya saya kini akhirnya bisa mengalakahkan tamiya para pembalap yang juga merakit tamiya dan dinamo mereka sendiri.

Menjadi juara karena hasil perjuangan sendiri sangatlah membanggakan, tunjukkan bahwa kita bisa seperti bahkan lebih dari mereka!.

Pelatihan TI

sebenernya ada banyak jadwal lain, tapi ini penting….

hehehe

Bogor Agricultural University
IPB Badge